Tech Stack dan Pemanfaatannya untuk Startup Digital

Technology stack atau tech stack adalah kumpulan layanan teknologi yang digunakan untuk membangun dan menjalankan sebuah aplikasi. Dari arti bahasanya sendiri mungkin cukup tergambar bahwa tech stack merupakan “tumpukan” atau bisa disebut kombinasi teknologi. Contohnya saja aplikasi Facebook, merupakan aplikasi  yang terdiri dari berbagai framework  dan bahasa pemrograman termasuk JavaScript, PHP, ReactJS, dan lain-lain. Itulah yang dinamakan tech stack yang digunakan Facebook.

Entah itu aplikasi berbasis web atau mobile, terdapat tech stack di dalamnya. Secara umum teknologi-teknologi yang digunakan untuk membuat atau membangin aplikasi dibagi menjadi dua, yaitu front-end dan back-end. Front-end adalah bagian dari aplikasi yang berhubungan dengan tampilan dan interaksi pengguna, sedangkan back-end merupakan bagian yang bertanggung jawab atas fungsi aplikasi dan bagian diterapkannya alur logika suatu aplikasi.

Telah banyak teknologi-teknologi yang telah diciptakan sampai sekarang untuk membantu kegiatan manusia seperti halnya dalam pembangunan sebuah aplikasi. Menurut Wikipedia saja ada sekitar 700 bahasa pemrograman di luar sana dengan berbagai macam fungsi dan tujuan masing-masing seperti memprogram mesin robot, membuat software, bahkan ada juga yang diciptakan karena iseng. Banyak sekali bukan? Semua teknologi-teknologi itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. 

Lantas bagaimana bagi startup digital dalam memanfaatkan teknologi-teknologi tersebut dalam membangun produk atau layanannya? Apalagi yang baru merintis apakah perlu melakukan riset terlebih dahulu? Kalau mau membangun aplikasi serupa e-commerce bagaimana kita tahu teknologi apa yang harus digunakan?

Untuk menjawab rasa penasaran kalian yang memiliki semangat tinggi berikut beberapa tips dari kami terutama bagi kalian yang mau merintis startup digital baru.

  • Pakai Prinsip “Trobos ajalah”

Maksudnya adalah jangan terlalu pusing memikirkan mau menggunakan teknologi apa untuk membuat produk atau layanan startup kalian. Di masa awal merintis kalian perlu melakukan tes pasar, apakah produk atau layanan kalian benar-benar dibutuhkan oleh target customer kalian atau tidak. Lebih baik gunakan teknologi yang sudah kalian kuasai untuk membuat produk atau layanan. 

Mau buat web pakai bahasa pemrograman PHP yang katanya dah jadul dan kuno? Gas aja.

Buat aplikasi mobile cuma bisa pakai HTML-CSS-JS dan teknologi bridge yang performanya kurang? Jangan ragu.Nah, baru setelah kalian sudah menemukan market kalian dan dirasa perlu improve produk atau layanan kalian bisa mencari tahu teknologi apa yang perlu dipakai dan tidak.

  • Gunakan Teknologi yang Siap Pakai

Sekarang ini dalam membuat aplikasi tidak perlu dari nol. Kita bisa menggunakan teknologi yang dibuat untuk memudahkan pekerjaan seperti WordPress untuk membuat web, template untuk desain tampilan, framework untuk membangun aplikasi lebih scalable, atau mungkin aplikasi instant messaging seperti WhatsApp untuk keperluan komunikasi dengan para customer.

Menggunakan teknologi-teknologi tersebut bisa mengurangi biaya pembuatan aplikasi. Selain itu pengembangan produk atau layanan akan menjadi lebih hemat waktu. Kalau ada yang langsung bisa digunakan kenapa harus dari nol, iya ngga?

  • Intip Para Pemain Terdahulu

Penasaran bagaimana startup atau perusahaan lain membangun produk atau layanan mereka atau ingin tahu teknologi apa yang mereka gunakan? Kita bisa melihat teknologi-teknologi yang digunakan oleh sebuah startup atau perusahaan di situs stackshare.io. Cukup banyak perusahaan yang mempublikasikan teknologi yang mereka gunakan seperti Google, Facebook, AirBnB, Tokopedia, GO-JEK, dan masih banyak lagi. 

Tapi inget ya jangan terlalu terpaku dengan teknologi yang digunakan oleh pemain terdahulu, jangan juga asal meniru teknologinya. Pembuatan tech stack yang bagus perlu dilakukan riset dan konsul dengan ahli IT.

Sumber : Photo by Markus Spiske on Unsplash