Uber App Notification
Startup

Akibat Covid-19 Perusahaan Teknologi Besar Mulai Berjatuhan

Saat ini banyak startup masuk masa krisi akibat pandemi Covid-19, tak terkecuali berbagai perusahaan rintisan raksasa yang sudah berskala besar. Jangankan membakar duit yang umumnya dilakukan para startup, mempertahankan bisnisnya saja sangat susah. PHK merupakan salah satu cara didunia startup agar bisa bertahan saat pandemi Covid-19. 

Di seluruh dunia mengalami keterpurukan dalam bisnis startup. Di Amerika Serikat (AS) sendiri contohnya, startup dengan kategori unicorn dan decacorn terpaksa melakukan PHK massal pada para karyawannya supaya dapat bertahan dalam situasi saat ini. Sepanjang 11 Maret – 26 Mei 2020 di AS, Visual Capitalist merilis, hampir semua sektor masuk dalam masa krisis akibat Covid-19, sehingga memaksa perusahaan rintisan teknologi memangkas jumlah karyawannya dalam skala besar. Startup paling terpukul dari pandemi corona adalah perjalanan dan pariwisata. Di sektor transportasi, Uber sudah melakukan PHK sebanyak 6.700 pegawainya. Di sektor perjalanan dan pariwisata, Airbnb tercatat melakukan PHK sebanyak 1.900 pegawai (25%), TripAdvisor 900 pegawai (25%), Sonder 400 orang (33%), dan TripActions 300 orang (25%). Lalu di sektor consumer, ada Magic Leap yang memecat 1.000 orang (50%), Yelp 1.000 orang (17%), dan Jull 900 orang (30%). Sektor lainnya seperti industri makanan, kesehatan, logistik, properti, dan keuangan juga sedang mengalami masa sulit setelah pandemi. Persentase angka PHK sangat besar. 

Sumber : kompas.com

Sumber foto: Facebook Uber

Read More
Huami N95 Mask
Startup, Technology

Masker Transparan Canggih Buatan Startup China

Masker pada saat menjadi salah satu alat yang paling penting dan harus digunakan untuk melindungi diri dari penyebaran virus corona, yang wajib digunakan saat kemanapun kita keluar rumah. Akan tetapi, masker yang ada di pasaran saat ini masih memiliki kekurangan, salah satunya adalah hanya dapat dipakai untuk sekali saja habis itu dibuang.

Namun, startup asal China Huami telah memecahkan masalah ini dengan masker transparan N95 yang telah dilengkapi berbagai teknologi canggih. Masker ini memiliki nama Aeri yang dirancang dengan bahan anti-kabut, dan bisa dibuka atau ditutup menggunakan teknologi Face ID yang terdapat pada ponsel kita sendiri.

Masker ini juga dilengkapi dengan lampu ultraviolet yang mensterilkan filter dalam waktu yang tidak sampai 15 menit dengan cara harus terhubung ke sumber daya melalui port USB. Artinya, jika masker ini disambungkan dengan colokan, Aeri bisa melakukan pembersihan diri secara mandiri, sehingga pengguna bisa menggunakannya berulang kali tanpa membuangnya dan membeli lagi. Bahkan lebih kuat satu setengah bulan dari masker N95 biasa saat kita gunakan secara berkala.

Karena bisa mengenali wajah pemilik masker berdasarkan Face ID, maka orang lain pun tidak bisa membuka masker ini. Sementara itu, desainnya yang modular memungkinkan pengguna untuk menyematkan kipas di dalam masker agar tidak kepanasan.

Sumber: suara.com

Sumber foto: Huami

Read More
Sandiaga Uno
Development, Marketing, Startup

Beberapa Peluang Bisnis Startup saat Pandemi Menurut Sandiaga Uno

Sebagian besar perusahaan rintisan di Indonesia tertekan karena adanya pandemi corona. Pendiri OK OCE Sandiaga Uno mengatakan beberapa peluang baru yang muncul di tengah pandemi, sehingga bisa dimanfaatkan oleh para startp untuk bertahan dan tumbuh. Ia mencatat, bisnis di Tanah Air di semua kalangan sangat terpukul saat pandemi Covid-19 pertama kali muncul. Apalagi, ketika pemerintah menerapkan sistem lockdown dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

  Kondisi itu pastinya membuat permintaan produk menurun. Akan tetapi, semakin lama perusahaan rintisan mulai beradaptasi dengan situasi pandemi ini. Dari adaptasi itu, Sandiaga Uno melihat peluang baru di bebrapa sektor yaitu kesehatan, konferensi video virtual, kursus online, digitalisasi bisnis, kuliner, biotech, legal, dan energi terbarukan. Sektor-sektor ini dapat dimanfaatkan karena menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen di tengah pandemi ini. Sandiaga Uno optimis dengan perusahaan yang berinovasi dan memperkuat ekosistem digital, karena bisa menciptakan lapangan kerja baru di masa pandemi ini. Akibat pandemi ini, 21 juta orang kehilangan perkerjaannya. Oleh karena itu, penguatan perusahaan rintisan perlu dilakukan agar bisa menciptakan lapangan kerja baru dan hal ini akan berdampak positif terhadap perekonomian nasional

Sumber: katadata.co.id

Sumber foto: Instagram @sandiuno

Read More
Presentation
Startup

Tantangan Ini Dapat Membuat Startup Berkembang

Dengan seiringnya dinamika global, berbagai perusahaan startup mulai bertumbuh di Indonesia. Meskipun demikian, salah satu tantangan yang dihadapi dalam proses adalah inovasi. Karena membuat startup sulit mempertahankan eksistensinya. 

Saat ini ekonomi digital sedang naik daun, kata Direktur Aplikasi dan Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenparekraf, Muhammad Neil El Himam. Dengan memahami situasi mengenai banyaknya permasalahan yang terjadi di masyarakat, pastinya akan membuat perusahaan startup untuk berkembang lebih baik. 

“Pengalaman kami yang sudah bertahun-tahun mengurusi dunia startup, kebanyakan di Indonesia tidak akan bertahan lama. Ini disebabkan kurangnya budaya untuk mendefisnisikan permasalahan yang sedang terjadi,” ungkap dia dalam virtual konferensi. 

Neil mengatakan, saat yang tepat bagi e-commerce untuk berkembang harus diimbangi dengan melihat peluang pasar dan memanfaatkannya menjadi suatu hal yang sangat berpotensi. Co-Founder & Chief Marketing Office tiket.com, Gaery Undarsa juga mengatakan, pandemi Covid-19 memang menghantam kondisi beberapa perusahaan rintisan termasuk startup Tiket.com. Ia memprediksi bahwa bisnisnya tidak akan bisa jalan sampai dengan akhir tahun. 

“Di tiket.com kita ekspektasi tidak akan ada pergerakan sampai dengan kuartal 4. Tapi ternyata tidak, di akhir Juni kemarin hasil per 1 Juli lumayan bagus dan transaksi naik 20% sampai 25%,” ungkap Gaery. Ia menambahkan, banyak startup di Indonesia saat ini hanya terfokus pada ide saja. Padahal dengan ide yang dianggap menurut kita bagus, belum tentu banyak orang yang tertarik dengan ide kita tersebut. Hal yang tidak kalah penting adalah ekosistem. 

“Yang paling mahal itu adalah ekosistem, dan kemudian mencari suatu masalah yang sulit di pecahkan sampai orang mau mengeluarkan biaya untuk memakai servisnya. Ini merupakan langkah yang sangat penting sebelum mulai sesuatu, kita juga harus melihat dulu apakah problem ini sudah cukup baik untuk dijalankan,” ungkap dia.

Sumber: kompas.com

Sumber foto: Designed by snowing / Freepik

Read More
Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani
Startup

Akan Ada 3 Calon “Unicorn” Baru di Indonesia

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberitahukan akan ada tiga unicorn baru yang muncul di Indonesia sampai tahun 2024. Isilah unicorn mengarah kepada startup yang mempunyai nilai valuasi lebih dari 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 14,4 triliun. 

“Tetap akan ada 3 target terhadap unicorn yang akan tumbuh di Indonesia,” kata Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan melalui webinar. Setelah penurunan ekonomi yang diakibatkan pandemi Covid-19 ini, Semuel tetap optimis bahwa Indonesia masih sanggup melahirkan unicorn baru. 

Samuel menjelaskan, tiga unicorn ini akan muncul dari sektor keuangan, pertanian, dan pendidikan. “Yang paling saya perhatikan adalah dari sektor keuangan, karena memiliki potensi menjadi unicorn,” jelas Semuel. Ia juga memberitahukan bahwa, baru-baru ini ada  startup  yang berubah status menjadi unicorn. Meskipun demikian, Semuel masih belum mau mengungkapkan identitas perusahaan tersebut. Semuel mengatakan sesungguhnya sektor digital merupakan peranan paling penting sebagai kunci kemajuan perekonomian di Indonesia pada masa yang akan datang. “Digital adalah pemecah masalah yang paling pas dalam memasuki pembangunan ekonomi berikutnya,” ujar dia.

Sumber: kompas.com

Sumber foto: kominfo.go.id

Read More
Startup

Apasih Untungnya Ikut Startup ?

Memulai bisnis startup jauh lebih mudah dibanding memulai bisnis konvensional. Hal ini berkat kemajuan teknologi dan juga regulasi dari pemerintah yang kini menjadi lebih mudah. Bukan hanya itu, perusahaan startup kini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengusaha. Meski semuanya lebih mudah, masih banyak juga generasi millennial yang masih takut untuk memulai dan terjun di dunia bisnis startup. Kebanyakan dari mereka justru lebih memilih bekerja atau membuka bisnis konvensional dengan produk fisiknya yang bisa terlihat. Berikut beberapa keuntungan menjalankan bisnis startup.

1. Tidak membutuhkan lokasi yang telalu strategis

Menurut On Startups, perusahaan rintisan tidak memerlukan lokasi yang tepat dan strategis untuk memulainya. Karena modal utama dari jenis bisnis startup adalah internet yang tidak mengenal ruang dan waktu. Dengan begini kita tidak perlu khawatir untuk biaya kantor yang mahal untuk tempat kerja.

2. Bisnis startup memiliki pasar yang lebih luas

Bisnis startup memiliki modal utama yaitu Internet dan teknologi. Hal inilah yang membuat bisnis startup tidak memiliki batas, dari lokasi maupun jarak. Sehingga, seluruh target pasar kita, di mana pun mereka berada, bahkan hingga di seluruh dunia dapat melihat produk yang kita jual. Hal ini tentu dapat membedakan kita jika memilih bisnis konvensional yang hanya bertumpu di satu lokasi saja, sehingga target pasar lebih terbatas karena letak geografis yang tidak mampu mencangkup seluruh wilayah.

3. Memerlukan modal yang relatif lebih rendah

Karena dengan membuat startup, kita tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak untuk beberapa keperluan seperti sewa tempat, belanja barang fisik dan sumber daya manusianya. Kita sering mendengar bahwa salah satu kendala seseorang sulit membuka usaha adalah keterbatasan modal. Namun, hal seperti itu sudah bisa sedikit teratasi dengan munculnya model perusahaan rintisan.

4. Ilmu startup dapat ditemukan dimana saja

Semakin berkembangnya perusahaan rintisan yang sukses di seluruh dunia, banyak dari mereka membagikan pengalaman dan ilmunya dalam membangun sebuah usaha ini. Hal tersebut bisa kita dapatkan dari berbagai sumber seperti media sosial, Youtube dan portal berita.

5. Memberikan solusi di masyarakat

Menjalankan bisnis startup, kita mendapatkan keuntungan yang cukup besar dan bisa membantu orang lain mendapatakan solusi dari setiap masalahnya. Misalnya saja, startup transportasi seperti UBER yang membantu orang lain untuk menemukan transportasi yang mudah. Di mana, orang-orang tidak perlu lagi menunggu alat transportasi jauh dari rumahnya. Hanya dengan memesan lewat aplikasi, driver akan menjemput penumpang.  Selain itu, kita juga bisa memberikan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Indonesia.

6. Merubah pandangan semua orang terhadap hal sepele

Dengan memulai bisnis startup berarti kita dituntut untuk terus berpikir kreatif dan membuat inovasi-inovasi baru. Melalui kreativitas dan innovasi inilah kita dapat mengubah hal kecil yang sebelumnya dipandang sebelah mata oleh orang-orang, namun menjadi sesuatu yang membuat masyarakat bergantung padanya. Salah satu contoh adalah ojek. Sebelum GRAB hadir, transportasi yang satu ini dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Tetapi hari ini ada jutaan orang Indonesia yang bergantung olehnya.

Read More
Startup

Di Era New Normal Startup Dapat Memanfaatkan Peluang Baru

Pemerintah telah memberikan panduan dalam menghadapi dan menjalani “New Normal”. Menyikapi hal ini, Pandu P. Sjahrir selaku Presiden Komisaris SEA Group menyebut New Normal merupakan realitas yang harus dihadapi oleh semua pihak, termasuk oleh masyarakat luas dalam kehidupan sosialnya sehari-hari dan juga dalam dunia usaha.

“New Normal (kenormalan baru) berarti New Reality (realitas baru). Harapan saya dengan New Normal ini kita lebih mempunyai empati dan perhatian terhadap kesehatan dan juga lingkungan yang lebih sehat”, ujar Pandu melalui keterangan tertulis.

Salah satu panduan menghadapi dan menjalani New Normal tercantum di dalam Keputusan Menteri Kesehatan tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Pandu, yang banyak menggeluti investasi untuk dunia startup, menyatakan New Normal merupakan peluang baru yang dapat dimanfaatkan oleh startup. Pandu menilai, nantinya startup harus mencari solusi di tengah kondisi New Normal tersebut.

“Paling simpel adalah beberapa kondisi seperti UMKM yang sekarang harus mulai menjual barangnya melalui eCommerce, pelajar harus mulai terbiasa belajar online, kemudian restoran harus mulai fokus ke urusan food delivery, sehingga harus menggunakan dapur utama atau central kitchen. Semua ini adalah peluang baru yang harus bisa ditangkap oleh pebisnis,” tutur Pandu lebih lanjut.2 dari 3 halaman

Selain itu, menuru Pandu, peluang untuk dunia startup dan UMKM akan sangat besar karena perubahan perilaku orang dari offline ke online diyakini akan semakin besar.

Pandu juga percaya akan ada adopsi masif sistem online di sektor perdagangan. Oleh karena itu, Pandu menekankan bahwa peluang ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“UMKM harus melihat efek-efek langsung dari perilaku konsumen dengan adanya efek PSBB dan WFH selama tiga bulan ini. Bisnis itu harus bisa terus merasakan perilaku konsumennya, termasuk efek New Normal kepada masyarakat dan pola konsumsinya,” tambah Pandu.

Sumber : liputan6.com

Read More