Di Era New Normal Startup Dapat Memanfaatkan Peluang Baru

Pemerintah telah memberikan panduan dalam menghadapi dan menjalani “New Normal”. Menyikapi hal ini, Pandu P. Sjahrir selaku Presiden Komisaris SEA Group menyebut New Normal merupakan realitas yang harus dihadapi oleh semua pihak, termasuk oleh masyarakat luas dalam kehidupan sosialnya sehari-hari dan juga dalam dunia usaha.

“New Normal (kenormalan baru) berarti New Reality (realitas baru). Harapan saya dengan New Normal ini kita lebih mempunyai empati dan perhatian terhadap kesehatan dan juga lingkungan yang lebih sehat”, ujar Pandu melalui keterangan tertulis.

Salah satu panduan menghadapi dan menjalani New Normal tercantum di dalam Keputusan Menteri Kesehatan tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Pandu, yang banyak menggeluti investasi untuk dunia startup, menyatakan New Normal merupakan peluang baru yang dapat dimanfaatkan oleh startup. Pandu menilai, nantinya startup harus mencari solusi di tengah kondisi New Normal tersebut.

“Paling simpel adalah beberapa kondisi seperti UMKM yang sekarang harus mulai menjual barangnya melalui eCommerce, pelajar harus mulai terbiasa belajar online, kemudian restoran harus mulai fokus ke urusan food delivery, sehingga harus menggunakan dapur utama atau central kitchen. Semua ini adalah peluang baru yang harus bisa ditangkap oleh pebisnis,” tutur Pandu lebih lanjut.2 dari 3 halaman

Selain itu, menuru Pandu, peluang untuk dunia startup dan UMKM akan sangat besar karena perubahan perilaku orang dari offline ke online diyakini akan semakin besar.

Pandu juga percaya akan ada adopsi masif sistem online di sektor perdagangan. Oleh karena itu, Pandu menekankan bahwa peluang ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“UMKM harus melihat efek-efek langsung dari perilaku konsumen dengan adanya efek PSBB dan WFH selama tiga bulan ini. Bisnis itu harus bisa terus merasakan perilaku konsumennya, termasuk efek New Normal kepada masyarakat dan pola konsumsinya,” tambah Pandu.

Sumber : liputan6.com