Startegi Pivot Dapat Membantu Startup Bertahan Selama Pandemi

Selama pandemi Covid-19, Kominfo menyarankan Startup memakai strategi pivot karena dinilai dapat membantu startup bertahan di tengah masa pandemi corona ini. Akan tetapi Startup tetap harus pandai melihat peluang yang ada.

Pivot adalah aktivitas pengembangan usaha dengan mengubah model bisnis, namun tetap mempertahankan visi. Istilah ini diambil dari gerakan pada olahraga basket, mengubah arah dengan berpijak pada salah satu kaki. Oleh karena itu, ini adalah saatnya merubah strategi dengan menggunakan pivot.

Contohnya, konsumen berbelanja bahan makanan meningkat selama pandemi virus corona. Oleh karena itu, startup dengan model business to business (B2B) bisa ikut merambah business to costumer (B2C). Begitu pun sebaliknya. Bahkan, Startup juga bisa menerapkan model business to government (B2G).

Di saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) misalnya, semua orang mengandalkan platform panggilan video untuk kegiatan rapat. Ini juga merupakan sebuah peluang. Peluang seperti itu seharusnya dapat dilakukan oleh startup, dengan melakukan pivot. 

Selain itu, kementerian komunikasi dan informatika (kominfo) juga menyiapkan program 1.000 startup. Pada awalnya, program ini diperuntukkan untuk masyarakat yang akan mengembangkan startup. Saat ini, kementerian memperluas cakupannya sampai ke startup yang tedampak corona. “Kami juga akan mencarikan dan memperkenalkan dengan investor atau venture capital yang berminat,” ujarnya.

Sumber : Katadata.co.id

Sumber foto : Kaleidico on Unsplash