Ilustrasi Kantor
Startup, Work

Lebih Enak kerja di Startup atau Korporasi?

Pilihan bekerja di startup atau korporasi adalah pilihan yang sulit pada saat kita sudah lulus kuliah. Meskipun keduanya memiliki perbedaan, akan tetapi pilihan untuk berkarir tidak dapat asal di putuskan karena itu juga menjadi masa depan kita juga. 

Kalau begitu, mendingan kerja di startup atau korporasi? Sebelum menentukan, sebaiknya kita mengetahui dulu perbedaan bekerja di startup dan korporasi. Berikut ini adalah ulasannya :

  1. Jam Kerja

Soal jam kerja, keduanya memiliki perbedaan yang cukup mencolok nih. Kalau di startup, jam kerjanya lebih fleksibel. Karena, startup lebih mengutamakan goals pekerjaan yang harus dicapai, bukan lebih mengatur jam kerja. Maksudnya adalah, selama pekerjaan kamu bisa selesai dengan baik, jam kerja bukanlah suatu hal yang dipermasalahkan. Sedangkan korporasi, mereka biasanya punya aturan jam kerjanya yang lebih mengikat. Misalnya, kalau kamu terlambat, maka kamu tidak bisa mendapatkan uang makan siang. Atau jika akumulasi keterlambatan dalam sebulan melebihi batas, kamu bisa mendapatkan pemotongan gaji.

  1. Budaya Kerja

Karena sudah lebih besar dan lama berdiri, korporasi memiliki birokrasi dan hirarki yang lebih mengikat. Berbeda dengan startup yang lebih fleksibel meskipun memiliki struktur jabatan. Nah, hirarki ini juga berpengaruh dengan batasan antara manager dan staf serta junior dengan senior di korporasi. Selain itu, berpengaruh juga terhadap sikap, bahasa, nada bicara serta perilaku dalam berkomunikasi. Sedangkan di startup, fleksibilitas yang ada membuat komunikasi antara bawahan dan atasan terjadi secara dua arah.

  1. Gaji dan Tunjangan

Nah, hal ini juga kelihatan jelas perbedaannya antara startup dan korporasi. Balik lagi ke penjelasan di poin kedua, karena umur korporasi yang lebih matang tentunya keuangannya juga sudah jauh lebih baik dibandingkan startup. Maka dari itu korporasi juga memiliki aturan jelas mengenai gaji, bonus, upah lembur, kenaikan gaji dan tunjangan. Jika di korporasi, lembur akan diberikan upah. Sedangkan di startup, lembur merupakan bagian dari kontribusi dan dedikasi.

  1. Fasilitas

Untuk pengadaan fasilitas, korporasi sudah jauh berada di atas startup. Gak hanya fasilitas penunjang kerja seperti laptop dan sebagainya, bahkan beberapa korporasi juga punya fasilitas lain seperti caf, gym, salon dan sebagainya. Sedangkan kalau di startup, beberapa fasilitas harus kamu sediakan sendiri seperti laptop dan beberapa fasilitas penunjang kerja lainnya.

  1. Jenjang Karir

Di startup, kamu diberikan kesempatan belajar seluas-luasnya di luar dari jabatan kamu. Inilah yang menjadi latar belakang mengapa jenjang karir di startup tidak terlalu jelas. Karena, kamu bisa scale up diri dengan jabatan apapun yang kamu pegang, belajar memahami job desk lainnya gak harus nunggu jabatanmu tinggi terlebih dahulu. Sedangkan di korporasi, kamu akan diminta lebih fokus dengan job desk yang menjadi tanggung jawabmu. Tapi, ini gak menutup kemungkinan kamu bisa dipromosikan jabatan jika kamu bisa achieve target.

Sumber : kompasiana.com

Sumber foto : Alex Kotliarskyi on Unsplash

Read More
Kantor Google di Sunnyvale California
Work

Google mengumumkan 100.000 beasiswa untuk sertifikat online dalam analisis data, manajemen proyek, dan UX (User Experience)

Google mengumumkan tiga program bersertifikasi online dalam bidang analisis data, manajemen proyek, dan UX Design. Sertifikasi akan di buat dan di ajarkan oleh karyawan google. Pembelajaran ini dapat di selesaikan dalam tiga hingga empat bulan sesuai yang di tawarkan melalui platform pembelajaran online Course.

Google juga mengatakan akan mempertimbangkan setrifikat setara dengan gelar sarjana empat tahun.  Dalam mengikuti pembelajaran bersetifikasi ini akan ada sedikit biaya dari platfrom Course. Untuk harga saat ini $49 per bulan. Tetapi google akan memastikan bahwa siapapun dapat mengikuti kesempatan ini. 

Perusahan raksasa di bidang teknologi ini telah berkomitmen untuk mendanai 100.000 beasiswa  untuk individu yang terdaftar di salah satu program bersertifikasi ini dan akan memberikan dana hibah kepada tiga organisasi nirlaba yang bermitra dengan google yaitu YWCA, NPower, dan JFF sebesar $10 juta untuk menyediakan tenaga kerja bagi perempuan, veteran dan orang amerika yang kurang terwakili. Google memilih bidang analisis data, manajamen proyek dan UX Design dari pertumbuhan karir dan gaji tinggi.

Data perhitungan klaim tunjangan pengangguran

Pengumuman google datang ketika Amerika Serikat mengalami peningkatan pengangguran secara historis. Pandemi coronavirus meningkatkan ke khawatiran untuk banyak orang dalam dunia pekerjaan. Yaitu pemotongan gaji, penutupan bisnis dan juga otomatisasi. Coronavirus telah menyebabkan tren tenaga kerja seperti otomatisasi. Karena banyak orang Amerika yang tidak bekerja mungkin perlu untuk mecari pekerjaan baru dengan meningkatkan keterampilan dan pelatihan besar-besaran.  Beberapa percaya bahwa program sertifikasi berbiaya rendah menjadi solusi untuk meningkatkan prospek peluang bagi mereka yang tidak memeliki gelar sarjana. 

Pada tahun 2018, google juga meluncurkan program sertifikasi serupa untuk mereka yang tertarik dalam bidang IT. Google juga mengatakan bahwa 58% dari mereka yang mengikuti sertifikasi IT tesebut mengungkapkan bahwa program ini membantu mereka untuk menemukan pekerjaan baru, kenaikan gaji, dan memulai bisnis baru. Pandemi coronavirus telah menciptakan permintaan yang belum pernah terjadi untuk di adakan nya kursus online ini.

Sumber : cnbc.com

Sumber foto : CNBC, Greg Bulla on Unsplash

Read More