Startup
Startup

Kunci Sukses Startup Selama Pandemi COVID-19

Untuk bisa bertahan di era new normal, startup harus mengidentifikasi perubahan bisnisnya dan harus siap beradaptasi. Bisnis sejumlah perusahaan rintisan atau startup di Dunia terdampak pandemi corona, bahkan tak sedikit dari mereka yang bangkrut. Setidaknya ada tiga hal yang harus dilakukan startup untuk bertahan dari pandemi, menurut Presiden Komisaris SEA Group, Pandu Sjahrir. 

Pertama, perusahaan harus memahami apabila ada perubahan yang terjadi pada sektor bisnisnya. Pandu meyatakan, bahwa untuk mendapatkan pandangan terkait dampak pandemi terhadap bisnis dari berbagai sisi, startup harus berdiskusi dengan para pakar, kompetitor, maupun stakeholder. 

Kedua, startup harus belajar beradaptasi dengan struktur organisasi perusahaan apabila ada sisi yang terdampak. Untuk itu, perusahaan perlu meninjau lebih dalam terkait dampak Covid-19 dari sisi sumber daya manusia (SDM), modal, alokasi dana perusahaan, dan sebagainya. Contohnya, sebuah startup akan fokus pada bisnisnya dengan jenis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Ketiga, perlu mencari tahu siapa para investor yang tepat dan berapa jumlah pendanaan yang mereka butuhkan untuk menjalankan perubahan. Sebelumnya Asosiasi Modal Ventura Untuk Startup Indonesia (Amvesindo) mengatakan ada empat bidang startup yang siap menerapkan new normal. Keempatnya adalah teknologi kesehatan, pesan-antar makanan, e-commerce, dan fintech pembayaran.

Sumber : katadata.co.id

Sumber foto : Austin Distel on Unsplash

Read More
Startup

Apasih Untungnya Ikut Startup ?

Memulai bisnis startup jauh lebih mudah dibanding memulai bisnis konvensional. Hal ini berkat kemajuan teknologi dan juga regulasi dari pemerintah yang kini menjadi lebih mudah. Bukan hanya itu, perusahaan startup kini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengusaha. Meski semuanya lebih mudah, masih banyak juga generasi millennial yang masih takut untuk memulai dan terjun di dunia bisnis startup. Kebanyakan dari mereka justru lebih memilih bekerja atau membuka bisnis konvensional dengan produk fisiknya yang bisa terlihat. Berikut beberapa keuntungan menjalankan bisnis startup.

1. Tidak membutuhkan lokasi yang telalu strategis

Menurut On Startups, perusahaan rintisan tidak memerlukan lokasi yang tepat dan strategis untuk memulainya. Karena modal utama dari jenis bisnis startup adalah internet yang tidak mengenal ruang dan waktu. Dengan begini kita tidak perlu khawatir untuk biaya kantor yang mahal untuk tempat kerja.

2. Bisnis startup memiliki pasar yang lebih luas

Bisnis startup memiliki modal utama yaitu Internet dan teknologi. Hal inilah yang membuat bisnis startup tidak memiliki batas, dari lokasi maupun jarak. Sehingga, seluruh target pasar kita, di mana pun mereka berada, bahkan hingga di seluruh dunia dapat melihat produk yang kita jual. Hal ini tentu dapat membedakan kita jika memilih bisnis konvensional yang hanya bertumpu di satu lokasi saja, sehingga target pasar lebih terbatas karena letak geografis yang tidak mampu mencangkup seluruh wilayah.

3. Memerlukan modal yang relatif lebih rendah

Karena dengan membuat startup, kita tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak untuk beberapa keperluan seperti sewa tempat, belanja barang fisik dan sumber daya manusianya. Kita sering mendengar bahwa salah satu kendala seseorang sulit membuka usaha adalah keterbatasan modal. Namun, hal seperti itu sudah bisa sedikit teratasi dengan munculnya model perusahaan rintisan.

4. Ilmu startup dapat ditemukan dimana saja

Semakin berkembangnya perusahaan rintisan yang sukses di seluruh dunia, banyak dari mereka membagikan pengalaman dan ilmunya dalam membangun sebuah usaha ini. Hal tersebut bisa kita dapatkan dari berbagai sumber seperti media sosial, Youtube dan portal berita.

5. Memberikan solusi di masyarakat

Menjalankan bisnis startup, kita mendapatkan keuntungan yang cukup besar dan bisa membantu orang lain mendapatakan solusi dari setiap masalahnya. Misalnya saja, startup transportasi seperti UBER yang membantu orang lain untuk menemukan transportasi yang mudah. Di mana, orang-orang tidak perlu lagi menunggu alat transportasi jauh dari rumahnya. Hanya dengan memesan lewat aplikasi, driver akan menjemput penumpang.  Selain itu, kita juga bisa memberikan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Indonesia.

6. Merubah pandangan semua orang terhadap hal sepele

Dengan memulai bisnis startup berarti kita dituntut untuk terus berpikir kreatif dan membuat inovasi-inovasi baru. Melalui kreativitas dan innovasi inilah kita dapat mengubah hal kecil yang sebelumnya dipandang sebelah mata oleh orang-orang, namun menjadi sesuatu yang membuat masyarakat bergantung padanya. Salah satu contoh adalah ojek. Sebelum GRAB hadir, transportasi yang satu ini dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Tetapi hari ini ada jutaan orang Indonesia yang bergantung olehnya.

Read More
Startup

Di Era New Normal Startup Dapat Memanfaatkan Peluang Baru

Pemerintah telah memberikan panduan dalam menghadapi dan menjalani “New Normal”. Menyikapi hal ini, Pandu P. Sjahrir selaku Presiden Komisaris SEA Group menyebut New Normal merupakan realitas yang harus dihadapi oleh semua pihak, termasuk oleh masyarakat luas dalam kehidupan sosialnya sehari-hari dan juga dalam dunia usaha.

“New Normal (kenormalan baru) berarti New Reality (realitas baru). Harapan saya dengan New Normal ini kita lebih mempunyai empati dan perhatian terhadap kesehatan dan juga lingkungan yang lebih sehat”, ujar Pandu melalui keterangan tertulis.

Salah satu panduan menghadapi dan menjalani New Normal tercantum di dalam Keputusan Menteri Kesehatan tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Pandu, yang banyak menggeluti investasi untuk dunia startup, menyatakan New Normal merupakan peluang baru yang dapat dimanfaatkan oleh startup. Pandu menilai, nantinya startup harus mencari solusi di tengah kondisi New Normal tersebut.

“Paling simpel adalah beberapa kondisi seperti UMKM yang sekarang harus mulai menjual barangnya melalui eCommerce, pelajar harus mulai terbiasa belajar online, kemudian restoran harus mulai fokus ke urusan food delivery, sehingga harus menggunakan dapur utama atau central kitchen. Semua ini adalah peluang baru yang harus bisa ditangkap oleh pebisnis,” tutur Pandu lebih lanjut.2 dari 3 halaman

Selain itu, menuru Pandu, peluang untuk dunia startup dan UMKM akan sangat besar karena perubahan perilaku orang dari offline ke online diyakini akan semakin besar.

Pandu juga percaya akan ada adopsi masif sistem online di sektor perdagangan. Oleh karena itu, Pandu menekankan bahwa peluang ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“UMKM harus melihat efek-efek langsung dari perilaku konsumen dengan adanya efek PSBB dan WFH selama tiga bulan ini. Bisnis itu harus bisa terus merasakan perilaku konsumennya, termasuk efek New Normal kepada masyarakat dan pola konsumsinya,” tambah Pandu.

Sumber : liputan6.com

Read More
Startup

Podcast startuphub

Saat Anda mendengar kata podcast pertama kali, mungkin yang akan muncul di pikiran Anda adalah radio! Memang betul mirip, tapi berbeda.

Podcast itu memang mungkin mirip dengan radio, tapi sebenarnya beda banget. Kesamaannya podcast umumnya berupa audio (walaupun sekarang juga ada podcast video) yang didengarkan seperti Anda mendengar radio.

Kesamaan lain adalah mirip radio, dimana Anda harus memilih terlebih dahulu jika ingin mendengarkan stasiun radio A atau stasiun radio B dan seterusnya. Di Podcast, Anda juga perlu memilih mau mendengarkan podcastnya siapa di topik apa.

Podcast startuphub merupakan sebuah pembicaraan yang isinya tentang dunia startup saat ini, yang diisi oleh beberapa orang ahli sesuai bidangnya. Anda dapat mendengarkan perbincangan ini di sebuah platform spotify.

Read More